Sabtu, 01 Desember 2012

jenis penelitian


Jenis-Jenis Penelitian
Penelitian merupakan semua kegiatan pencarian, penyelidikan dan percobaan secara alamiah dalam suatu bidang tertentu, untuk mendapatkan fakta-fakta atau prinsip-prinsip baru yang bertujuan dalam mendapatkanpengertian baru dan menaikkan tingkat ilmu serta teknologi. Jenis–jenis penelitian dapat dibedakan menjadi 6 (Cholid Narbuko,2007: 41)
1.        Berdasarkan atas pemakaian hasi
a.    Penelitian Dasar
1)   Berusaha untuk menemukan konsep-konsep ilmu yang baru
2)   Pola pikir bertolak dari ilmu dasar yaitu ilmu alam, budaya dan kimia
3)   Hasilnya belum dapat diaplikasikan secara langsung dimasyarakat
4)   Dalam rangka pengembangan ilmu
5)   Tidak langsung mempunyai kegunaan praktis
b.    Penelitian Terapan
1)   Aplikasi penelitian dasar
2)   Hasilnya dapat diaplikasikan secara langsung di masyarakat
3)   Meningkatkan efektivitas dan efisiensi
Menurut Jujun S (Sugiyono,2008: 4) menyatakan bahwa penelitian dasar merupakan penelitian yang bertujuan menemukan pengetahuan baru yang sebelumnya belum pernah diketahui, sedangkan penelitian terapan adalah penelitian yang digunakan untuk memecahkan masalah-masalah kehidupan praktis.
2.        Berdasarkan atas data yang dikumpulkan
a.    Penelitian Kuantitatif
1)   Data yang dikumpulkan dinyatakan dalam bentuk angka
2)   Dilakukan pada penelitian rekayasa
3)   Hasilnya bersifat objektif
Penelitian kuantitatif dinamakan penelitian tradisional (Sugiyono,2008: 7) karena  penelitian ini sudah digunakan cukup lama. Penelitian ini juga disebut sebagai positivistik karena berlandaskan pada filsafat positivisme.
b.    Penelitian Kualitatif
1)   Data yang dikumpulkan dinyatakan dalam bentuk nilai relatif
2)   Dilakukan pada penelitian sosial
Penelitian kualitatif  digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek alamiah dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi, analisis data bersifat induktif dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi. Jika dibedakan antara kuantitatif dan kualitatif sebagai berikut.
No.
Pembeda
Penelitian Kuantitatif
Penelitian Kualitatif
1.
Desain
a.    Spesifik, jelas, rinci
b.   Ditentukan secara mantap sejak awal
c.    Menjadi pegangan langkah demi langkah
a.    umum
b.   fleksibel
c.    berkembang dan muncul pada proses penelitian
2.
Langkah penelitian
Segala sesuatu direncanakan sampai
Matang ketika persiapan disusun
Baru diketahui denagn mantap dan jelas setelah penelitian selesai
3.
Hipotesis
(Jika memang perlu)

a.      Mengajukan hipotesis yang akan diuji dalam penelitian;
b.     Hipotesis menentukan hasil yang diramalkan   a priori
Tidak menegmukakan hipotesis sebelumnya, tetapi dapat lahir selama penelitian berlangsung tentatif
Hasil penelitian terbuka
4.
Disain
Dalam disain jelas langkah-langkah penelitian dan hasil yang diharapkan
Disain penelitiannya fleksibel dengan langkah dan hasil yang tidak dapat dipastikan sebelumnya;
5.
Pengumpulan data
Kegiatan dalam pengumpulan data memungkinkan untuk diwakilkan
Kegiatan pengumpulan data selalu harus dilakukan sendiri oleh peneliti.
6.
Analisis data
Dilakukan sesudah semua data terkumpul, deduktif, menggunakan statistik untuk menguji hopotesis
Dilakukan bersamaan dengan pengumpulan data, induktif, berkembang selama proses penelitian
7.
Tujuan
a.    Menunjukkan hubungan antar variabel
b.   Menguji teori
c.    Mencari generalisasi yang memounyai nilai prediktif
a.    Menemukan pola hubungan yang bersifat interadiktif
b.   Menemukan teori
c.    Menggambarkan realita yang kompleks
d.   Memperoleh pemahaman makna
8.
Sampel
Jumlahnya besar, representatif, sedapat mungkin random, ditentukan sejak awal
Jumlahnya kecil, tidak representatif, purposive, snowball, berkembang selama proses  penelitian
9.
Instrumen penelitian
Test, angket, wawancara terstuktur (instrumen yang telah berstandar)
Peneliti sebagai instrumen

3.        Berdasarkan atas pengelompokan ilmu
a.    Penelitian ilmu-ilmu sosial
1)   Data berupa pola tata hubungan masyarakat
2)   Kejadian bersifat kondisional dan dinamis
3)   Hasil penelitian dapat digeneralisir selama variabelnya sama
b.    Penelitian ilmu-ilmu eksakta
1)   Diutamakan data hasil eksperimen
2)   Hasilnya dapat di tets
3)   Hasil penelitian dapat digeneralisir selama variabelnya sama.
4.        Berdasarkan atas tingkatannya
a.    Penelitian penjajangan (exploratory)
1)   Penelitian untuk mengenal atau memperoleh pandangan baru tentang suatu gejala
2)   Dapat merumuskanmasalah
3)   Dapat merumuskan hipotesis
b.    Penelitian penjelasan (explanatory)
1)   Penelitian yang menggunakan data yang sama, menjelaskan hubungan kausal antara variabel melalui pengujian hipotesis
2)   Penelitian untuk menguji hubungan sebab-akibat
3)   Adanya hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat
4)   Hubungan antara variabel bebas dan terikat tidak simetris
c.    Penelitian Deskriptif
Penelitian deskripsi berusaha memberikan dengan sistematis dan cermat fakta-fakta aktual dan sifat populasi tertentu sebagai gambaran yang lebih detail terhadap ciri-ciri sesuatu, menentukan frekuensi terjadinya sesuatu, Peneliti mengembangkan konsep, menghimpun fakta, tapi tidak menguji hipotesis.
Penelitian deskriptif bertujuan sebagai usaha untuk mengumpulkan data serta informasi untuk disusun, dijelaskan dan dianalisis. Penelitian ini biasanya tanpa hipotesis, kalaupun ada hipotesis biasanya tidak diuji menurut analisis statistik.
5.        Berdasarkan atas jumlah bidang ilmu
a.    Penelitian monodisiplin
1)   Penelitian yang dilakukan secara mendalam pasa objek tertentu
2)   Keterkaiatan dengan ilmu lain tidak terlihat nyata


b.    Penelitian multi disiplin
1)   Penelitian yang melibatkan berbagai macam kepakaran ilmu
2)   Penelitian yang bersifat multisektoral
3)   Bertujuan untuk menyelesaikan masalah yang ada dimasyarakat
6.        Berdasarkan atas jumlah peneliti
a.    Penelitian mandiri
1)   Berarah pada pendalaman disiplin ilmu
2)   Ruang lingkup penelitian terbatas
3)   Dalam menganalisis, pembahasan dan penyimpulan dilakukan oleh seorang peneliti
b.    Penelitian kelompok
1)   Penelitian yang mengarah pada multidisiplin
2)   Terdapat anggota yang bertanggungjawab dari salah satu peneliti
3)   Berusaha mengambil kesimpulan secara holistik
Sedangkan jenis-jenis penelitian yang diungkapkan oleh Sutrisno Hadi (Chalid Narbuko,2007: 41) terbagi menjadi 6 macam yaitu:
1.        Menurut bidangnya
Penelitian yang sesuai dari berbagai ilmu seperti penelitian ekonomi, penelitian agama, penelitian hukum.
2.        Menurut tempatnya
Penelitian yang dilakukan seperti; Penelitian Lapangan (langsung di lapangan), Penelitian Kepustakaan (dilaksanakan dengan menggunakan literatur/kepustakaan dari penelitian sebelumnya), Penelitian Laboratorium (dilaksanakan pada tempat tertentu/lab  biasanya bersifat eksperimen atau percobaan).
3.        Menurut pemakaiannya
a.    Penelitian yang meliputi penelitian dasar/murni (penelitian yang mempunyai alasan intelektual, dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan). Penelitian ini memberikan sumbangan besar terhadap pengembangan dan pengujian teori-teori. Bertolak dari suatu teori, penelitian dasar diarahkan untuk mengetahui, menjelaskan dan memprediksi fenomena-fenomena alam dan social. Tujuan penelitian dasar adalah menambah pengetahuan kita dengan prinsip-prinsip dasar dan hukum-hukum ilmiah, dan meningkatkan pencarian dan metodologi ilmiah.
b.    Penelitian terapan (penelitian yang  mempunyai alasan praktis, keinginan untuk mengetahui, bertujuan agar dapat melakukan sesuatu yang lebih baik, efektif, efisien). Implikasi dari penelitian terapan dinyatakan dalam rumusan yang bersifat umum, bukan rekomendasi yang merupakan tindakan langsung. Penelitian ini difokuskan pada pengetahuan teoritis dan praktis dalam bidang tertentu, bukan pengetahuan yang bersifat universal. Penelitian terapan mendorong penelitian lebih lanjut, menyarankan teori dan praktik baru serta mendorong pengembangan metodologi.
4.        Menurut tujuan umumnya
Penelitian yang meliputi, Exploratif/Penemuan (untuk menemukan sesuatu yang baru dalam bidang tertentu), penelitian Verifikatif/Pengujian (untuk menguji kebenaran sesuatu dalam bidang yang telah ada).
5.        Menurut pendekatannya
Penelitian ini meliputi penelitian longitudinal/pengembangan dan penelitian cross sectional
6.        Menurut terapannya
Penelitian yang meliputi penelitian inferensial, penelitian yang berusaha;
a.    Memecahkan sebuah permasalahan sebagai usaha untuk meningkatkan kemampuan serta menginterpretasikan fenomena-fenomena dari suatu masalah yang kompleks dan kait mengkait
b.    Memberikan jawaban atas pertanyaan dalam bidang yang diajukan : meningkatkan kemampuan untuk menjelaskan atau menggambarkan fenomena-fenomena dari masalah tersebut.
c.    Mendapatkan pengetahuan/ilmu baru
Dirjen Pendidikan Tinggi menyebutkan salah satu cara penggolongan mengenai macam rancangan penelitian berdasarkan atas sifat-sifat masalahnya yaitu;
1.        Penelitian Historis
a.    Penelitian ditujukan kepada rekonstruksi masa lampau sistematis dan objektif memahami peristiwa-peristiwa masa lampau
b.    Data yang dikumpulkan pada penelitian ini sukar dikendalikan. Maka tingkat kepastian pemecahan permasalahan dengan metode ini adalah paling rendah.
c.    Data yang dikumpulkan biasanya hasil pengamatan orang lain seperti surat-surat arsip atau dokumen-dokumen masa lalu. Penelitian seperti ini jika ditujukan kepada kehidupan pribadi seseorang, maka penelitian disebut penelitian biografis.
2.        Penelitian Deskriptif (Descriptive research)
Penelitian deskriptif yaitu penelitian yang berusaha untuk menuturkan pemecahan masalah yang ada sekarang berdasarkan data-data, jadi ia juga menyajikan data, menganalisis dan menginterpretasi. Ia uga bersifat kompetitif dan korelatif. Penelitian deskriptif banyak membantu terutama dalam penelitian yang bersifat longitudinal, genelik dan klinis. Penelitian survai biasanya termasuk dalam penelitian ini.
Penelitian deskriptif bertujuan untuk pemecahan masalah secara sistematis dan factual mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasi. 
3.        Penelitian Perkembangan (Developmental research)
Penelitian perkembangan bertujuan untuk menyelidiki pola dan proses pertumbuhan atau perubahan sebagai fungsi dari waktu. Memusatkan perhatian pada ubahan-ubahan dan perkembangannya selama jangka waktu tertentu. Meneliti pola-pola pertumbuhan, laju, arah, dan urutan perkembangan dalam beberapa fase.
Penelitian ini umumnya memakai waktu yang panjang atau bersifat longitudinal dan biasa dilakukan oleh peneliti ahli dengan fasilitas cukup.
4.        Penelitian Kasus dan Penelitian Lapangan (Case study and fielt research)
Tujuan penelitian kasus dan penelitian lapangan adalah untuk mempelajari secara intensif tentang latar belakang keadaan sekarang dan interaksi lingkungan sesuatu unit social, individu, kelompok, lembaga atau masyarakat. 
5.        Penelitian Korelasional (Correlational Research)
Tujuan penelitian korelasional adalah untuk menyelidiki sejauh mana variasi-variasi pada suatu faktor berjaitan dengan variasi-variasi pada suatu atau lebih faktor lain berdasarkan pada koefisien korelasi 
6.        Penelitian Kausal Komparatif (Causal Comparative Research) 
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki kemungkinan hubungan sebab akibat berdasarkan pengamatan terhadap akibat yang ada, mencari kembali fakta yang mungkin menjadi penyebab melalui data tertentu. Pengumpulan data mengenai gejala yang diduga mempunyai hubungan sebab akibat itu dilakukan setelah peristiwa yang dipermasalahkan itu telah terjadi ( penelitian bersifat ex post facto ). Suatu gejala yang diamati, diusut kembali dari suatu faktor atau beberapa faktor pada masa lampau.
7.        Penelitian Eksperimental Sungguhan (True Experimental Research) 
Tujuan penelitian eksperimental sungguhan bertujuan untuk menyelidiki kemungkinan saling hubungan sebab akibat dengan cara mengenakan kepada satu atau lebih kelompok eksperimental, satu atau lebih kondisi perlakuan dari membandingkan hasilnya dengan satu atau lebih kelompok kontrol yang tidak dikenai kondisi perlakuan. 
8.        Penelitian Eksperimental Semu (Quasi Eksperimental)
Tujuan peneltian eksperimental semu adalah untuk memperoleh informasi yang merupakan perkiraan bagi informasi yang dapat diperoleh dengan eksperimen sebenarnya dalam keadaan yang tidak memungkinkan untuk mengontrol atau memanipulasikan semua variabel yang relevan. Peneliti harus mengerti dengan jelas kompromi-kompromi apa yang ada pada validitas internal dan validitas ekternal. Rancangannya dapat berbuat dengan keterbatasan-keterbatasan tersebut.
9.        Penelitian Tindakan (Action Research) 
Penelitian tindakan bertujuan mengembangkan keterampilan-keterampilan atau cara pendekatan baru dan untuk memecahkan masalah dengan penerapan lagsung dunia kerja atau dunia aktual yang lain. Serta sebagai upaya mengembangkan keterampilan baru untuk mengatasi kebutuhan dalam dunia kerja atau kebutuhan praktis lain.
 

Daftar Pustaka
Chalid Narbuko dan H.Abu Achmad.2007.Metodologi Penelitian:Jakarta. Bumi Aksara
Sukandarrumidi.2006.Metodologi Penelitian; petunjuk praktis untuk peneliti pemula:Yogyakarta.Gajah Mada University Press
Sugiyono.2008.Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D:Bandung.Alfabeta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar